Yogyakarta-Program Studi Teknologi Industri Universitas AKPRIND Indonesia mengadakan 3 Kelas Praktisi Mengajar dalam 3 Mata Kuliah yaitu Mata Kuliah Pemrograman Komputer, Mata Kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk, dan Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen.
Kelas Praktisi Mengajar Mata Kuliah Pemrograman Komputer dilaksanakan secara luring bersama Muharnmad Anwar Fauzi, S.T. dari Kiddu.id pada Jumat 7 dan 14 Juni 2024 pukul 07.30-09.20 WIB di ruang kelas BB.42 Universitas AKPRIND Indonesia.
Kelas Praktisi Mengajar Mata Kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk dilaksanakan secara hybrid bersama Rahma Widyakumara, S.T, Corporate Improvement & Innovation di PT. Wahana Makmur Sejati, Jakarta melalui aplikasi zoom meeting dan Kartinasari Ayuhikmatin Sekarjati,S.T., M.Sc. selaku pengampu mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk secara luring di kelas BB.42 pada hari Selasa tanggal 4 dan 11 Juni 2024 jam 11.10-13.00 WIB. Materi yang disampaikan antara lain inovasi dan design thinking. Pada Mata Kuliah ini menghasilkan produk-produk buatan mahasiswa antara lain: 3 produk kemasan untuk UMKM geblek, ini merupakan kelanjutkan PkM mahasiswa yg hanya lolos tahap administrasi, Produk vas bunga dari limbah lampu, Produk lampu dari limbah minum, dan produk bunga hias dari limbah botol coca-cola.
Kelas Praktisi Mengajar Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen dilaksanakan juga secara hybrid Bersama Setya Bima Suhariyanto, S.T. dari PT. Indolampung Perkasa melalui aplikasi zoom meeting dan Kartinasari Ayuhikmatin Sekarjati,S.T., M.Sc. selaku pengampu mata kuliah secara luring di ruang kelas BB.42 Kampus 3 Universitas AKPRIND Indonesia pada Selasa tanggal 21 Mei, 4 Juni, 11 Juni dan 18 Juni 2024 pukul 07.30-09.20 WIB. Kelas ini juga melakukan praktik menggunakan aplikasi Microsoft Visualfoxpro9.
Kegiatan Praktisi Mengajar merupakan Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia agar lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja yang mana tidak hanya memberikan wawasan mengenai tuntutan industri, tetapi juga menyoroti perkembangan terbaru dalam teknologi pendidikan. Mahasiswa juga diajak untuk memahami bagaimana penerapan inovasi, seperti kecerdasan buatan, realitas virtual, dan analisis data, dapat memberikan nilai tambah dalam pembelajaran.