Selamat dan Sukses! Raih Gelar Profesi Insinyur, Dr. Ir. Rahayu Khasanah Terus Kembangkan Kompetensi di Bidang Teknik Industri

Selamat dan Sukses! Raih Gelar Profesi Insinyur, Dr. Ir. Rahayu Khasanah Terus Kembangkan Kompetensi di Bidang Teknik Industri

Keberhasilan Dr. Ir. Rahayu Khasanah, ST., M.Eng. meraih gelar profesi Insinyur dari Universitas Gadjah Mada menjadi pencapaian yang membanggakan. Gelar tersebut diraih melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) berdasarkan pengalaman akademik dan profesional yang telah beliau jalani. Berikut pengalaman serta pesan yang beliau sampaikan.

Dr. Ir. Rahayu Khasanah Raih Gelar Profesi Insinyur melalui Program RPL

Program ini adalah program yang diperuntukkan bagi lulusan S1 Teknik yang telah memiliki pengalaman kerja selama 2–4 tahun. Pengalaman yang telah ditempuh selama sekitar 14–15 tahun, mulai dari pendidikan S2, menjadi dosen di Akprind, melanjutkan pendidikan S3, hingga kembali menjadi dosen, menjadi dasar yang dapat dikonversikan menjadi kompetensi keinsinyuran melalui program RPL.

Selama mengikuti RPL, beliau mengisi dokumen yang menunjukkan berbagai keahlian dan pengalaman untuk kemudian dikonversikan oleh tim UGM ke dalam mata kuliah sebagai bagian dari proses penyelesaian Program Profesi Insinyur. Pengalaman sebagai pembimbing penelitian skripsi mahasiswa juga dapat direkognisi sebagai peran supervisor.

Berbagai pengalaman dalam proyek juga dapat diakui sesuai dengan kontribusi yang diberikan. Misalnya, penelitian skripsi mahasiswa yang menghasilkan jurnal dapat menjadi pengalaman yang diklaim dalam proses penelitian maupun publikasi. Oleh karena itu, setiap pengalaman perlu dilengkapi dengan narasi yang menjelaskan peran serta bukti pendukung secara detail.

Program Profesi Insinyur melalui RPL hanya dapat diikuti pada perguruan tinggi dengan program studi yang sesuai. Dalam hal ini, Bu Rahayu memilih UGM karena program RPL yang sesuai dengan bidangnya juga tersedia di ITB dan ITS. Selanjutnya, pengalaman dan kompetensi tersebut dikonversikan menjadi nilai akademik berdasarkan mata kuliah yang relevan dan diperhitungkan dalam IPK.

Menerapkan Manajemen Waktu dan Manajemen Proyek

Dalam membagi waktu antara studi insinyur, penelitian, mengajar, dan berbagai tanggung jawab lainnya, beliau menerapkan ilmu manajemen waktu dan manajemen proyek. Setiap pekerjaan disusun berdasarkan skala prioritas dengan membuat daftar tugas dan target yang jelas.

Menurut beliau, tidak semua pekerjaan dapat diselesaikan secara bersamaan dengan hasil maksimal. Oleh karena itu, pekerjaan perlu diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensinya, sementara pekerjaan lain dapat dijadwalkan kembali. Dengan penerapan tersebut, berbagai tanggung jawab akademik maupun pekerjaan dapat tetap berjalan dengan baik.

Menerapkan Kompetensi Keinsinyuran dalam Bidang Teknik Industri

Setelah memperoleh gelar insinyur, beliau ingin menerapkan kompetensi keinsinyuran dalam bidang Teknik Industri. Gelar tersebut menjadi bentuk pengakuan profesional atas pengalaman yang telah dijalani sebagai dosen, peneliti, dan pemecah masalah.

Kompetensi tersebut akan terus diterapkan dalam pengembangan program studi, penelitian, serta memberikan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Pesan untuk Mahasiswa dan Dosen

Beliau menyarankan agar mahasiswa merencanakan pendidikan sesuai dengan tujuan karier sejak dini. Setiap jenjang pendidikan sebaiknya dijalani secara bertahap dengan fokus menyelesaikan target yang ada sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Mahasiswa juga diimbau untuk memanfaatkan masa kuliah dengan mengikuti berbagai kegiatan positif karena setelah lulus, tanggung jawab akan semakin banyak dan waktu semakin terbatas.

Beliau berpesan agar mahasiswa memiliki target pendidikan yang jelas dan menjalankannya secara bertahap. Sementara itu, bagi para dosen, beliau mendorong agar terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang S3. Menurut beliau, pendidikan lanjutan merupakan bentuk pengembangan diri, sedangkan Program Profesi Insinyur dapat menjadi langkah berikutnya untuk memperoleh pengakuan profesional sesuai bidang keahlian masing-masing.